Heboh Fintech Lending? Ini 3 Hal Yang Harus Kamu Tahu Jika Ingin Terjun ke Bidang Financial Technology.

 

Fintech atau Financial technology menjadi salah satu fenomena yang banyak dibahas di tahun 2018 dan perbincangannya terus menghangat hingga tahun 2019 ini. Fenomena ini tentu nggak lepas dari teknologi yang sedang berkembang di Indonesia

Menurut situs resmi Bank Indonesiafintech adalah gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat. Jadi kalau dulu bertransaksi harus dilakukan dengan cara bertatap muka dan dengan uang tunai maka dengan bantuan teknologi semua transaksi itu bisa dilakukan jarak jauh dan dalam dalam hitungan detik saja. Keren ya!

Quipperian, fenomena fintech ini nggak hanya menarik bagi para penggunanya tetapi juga menarik untuk didalami lebih lanjut. Nah kalau Quipperian tertarik dengan fintech dan serius ingin terlibat di dalamnya, yuk simak 3 hal di bawah ini.

Memulai Karier di Bidang Fintech Lending dengan 3 Hal Ini!

1. Bekali diri dengan ilmu keuangan yang mumpuni

Untuk terjun ke bidang ini, kamu perlu bekal ilmu keuangan yang mumpuni. Hal ini tentu bisa kamu dapatkan di kampus ternama yang sudah terbukti kualitasnya. Meski banyak kampus yang menawarkan pendidikan perbankan dan keuangan, tapi nggak banyak lho yang cukup dinamis mengikuti perkembangan terkini.

Nah, kalau kamu mencari kampus yang selalu up to date dengan perkembangan terkini maka kamu harus memilih Indonesia Banking School (IBS) saat kuliah nanti. Kampus yang berada di Jakarta Selatan ini telah berkiprah sejak 2004 dan terus mencetak lulusan yang kompeten pada sektor industri keuangan dan perbankan.

2. Peluang karier yang terbuka lebar, mulai dari level manajemen hingga jadi owner!

Salah satu jenis fintech yang memiliki perkembangan pesat di tanah air adalah fintech lending terutama peer to peer lending (P2P, pinjam meminjam online). Hingga Mei 2019, ada 113 fintech lending yang berizin dan terdaftar di Otoritas jasa Keuangan (OJK). Jumlah ini tentunya akan berkembang apalagi angka perputaran uang dalam bidang ini sudah mencapai triliunan rupiah.

Dengan bertambahnya perusahaan fintech tentunya membuka banyak peluang kerja apalagi jika kamu memiliki pengetahuan di bidang keuangan dan perbankan. Indonesia Banking School (IBS) memiliki 3 program studi jenjang sarjana yang bisa kamu pilih saat mendalami ilmu perbankan dan keuangan antara lain; Manajemen, Akuntansi serta Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah.

Nah, dengan kemampuan yang kamu miliki bukan nggak mungkin setelah lulus nanti kamu bisa langsung menempati level manajer di berbagai perusahaan fintech di Indonesia. Selain bekerja di banyak perusahaan tentunya, lulusan IBS juga bisa menjadi seorang Technopreneur atau wirausaha di bidang teknologi. Salah satu alumni yang mengembangkan sayap di bidang fintech adalah Bemby Triawan Januar, Co-Founder/owner PT ALAMI Fintech Sharia.

3. Perkembangan Fintech, khususnya Fintech Lending dapat mempengaruhi bidang lain

Di tahun 2019 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 150 juta, angka ini naik 13% dari tahun sebelumnya. Bertambahnya jumlah pengguna internet ini tentunya akan berpengaruh pada perkembangan industri fintech di tanah air termasuk meningkatnya persaingan antar perusahaan penyelenggara fintech dan kaitannya dengan perbankan konvensional.

Wakil ketua dewan komisioner OJK, Nurhaida menjelaskan dalam beberapa waktu ke depan akan ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan di dunia. Karena itu, bank harus menyesuaikan diri dan bertransformasi agar tetap bisa menarik serta mempertahankan pelanggan atau nasabahnya.

Nggak cuma bidang perbankan konvensional yang perlahan dipengaruhi oleh perkembangan fintech,bidang UMKM pun ikut merasakan dampak perkembangan fintech. Para pelaku UMKM mulai menjadikan fintech lending sebagai pilihan peminjaman dana selain perbankan. Pada Januari 2019, tercatat telah ada penyaluran dana kredit sebesar Rp25,9 Triliun dari fintech P2P lending ke lebih dari 4,3 juta pelaku UKM.

Nah, dengan berkembangnya fintech dan besarnya dampak fintech pada perekonomian di Indonesia maka diperlukan SDM yang andal untuk mengelola sektor keuangan di tanah air. Lulusan IBS memiliki berbagai keunggulan untuk berkompetisi di bidang keuangan.

IBS dengan serius mempersiapkan kompetensi para lulusannya melalui kegiatan magang di lembaga keuangan yang sudah diprogramkan oleh IBS, program Visitasi di Bank Indonesia dan pelatihan sertifikasi. Bermodal kemampuan, soft skill dan networking yang didapatkan saat kuliah, maka nggakheran banyak lulusan IBS yang langsung direkrut pada Industri Perbankan dan Lembaga keuangan.

Nah, Quipperian masih tertarik untuk terjun di bidang fintech dan mengembangkan dunia keuangan di Indonesia? Kalau begitu jangan ragu untuk bergabung dengan Indonesia Banking School (IBS) dan pastikan kamu juga sudah menjadikan Indonesia Banking School (IBS) sebagai kampus favorit mu di Quipper Campus.