Kebijakan Fiskal di Masa New Normal

Jakarta-(02/10/2020). Webinar kali ini menghadirkan  Ibu Masyita Crystallin PhD Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia bidang perumusan kebijakan fiskal dan makroekonomi 

Pertumbuhan ekonomi global di awal tahun 2020 mulai menunjukkan gejala penurunan, dimulai dengan penurunan pertumbuhan ekonomi di negara maju, bahkan hingga negara berkembang. Keadaan tersebut semakin diperparah dengan adanya pandemi covid 19 yang dialami hampir seluruh negara di dunia. Indonesia, salah satu negara yang mengalami pandemi covid 19 sejak diumumkan pertama kali oleh presiden di bulan Maret 2020. Pandemi covid 19 memaksa negara-negara untuk mengatur ulang target pencapaian ekonomi pada tahun 2020 dan perkiraan untuk tahun 2021.

Pandemi covid 19 yang membutuhkan kebijakan extraordinary akan berdampak pada postur APBN 2020. APBN 2020 mengalami tekanan dari sisi penerimaan, dan disaat yang bersamaan belanja negara harus naik untuk kesehatan, bansos dan membantu pelaku usaha, hal ini menyebabkan defisit melebar yang cukup besar. Bagaimana pemerintah menghadapi kondisi New Normal dengan postur APBN saat ini, tentunya dibutuhkan langkah yang tepat terutama yang berhubungan dengan kebijakan fiskal ditengah ketidakpastian global maupun domestik yang masih akan terjadi.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi covid 19 dengan melakukan penyesuaian APBN 2020 dengan mengeluarkan Perpres.