22 Maret 2016

Perbankan Indonesia dalam Menghadapi
KEA (Komunitas Ekonomi ASEAN)

 

Dalam kuliah umum kali ini membahas lima topik utama dalam menghadapi komunitas ekonomi ASEAN yaitu:

Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA)

KEA merupakan integrasi untuk menciptakan kawasan ekonomi stabil, sejahtera hingga kompetitif. Barang dan jasa terdapat aliran bebas investasi serta modal membuat perkembangan ekonomi menjadi seimbang. Mengurangi angka kemiskinan hingga meningkatkan kesejahteraan sosial. Untuk sektor non keuangan mulai tahun 2015 dan untuk keuangan mulai tahun 2020. KEA akan menjadi kekuatan ekonomi dunia karena pasar tunggal yang berbasis tinggi produksi hingga daya saing yang kompetitif. Terciptanya pertumbuhan merata serta terintegritas dengan perekonomian global.

 

Posisi Indonesia dalam KEA

Indonesia merupakan perekonomian terbesar di ASEAN karena tingkat konsumsi yang tinggi mencapai separuh konsumen ASEAN berada di Indonesia. Ketergantungan terhadap barang impor di Indonesia menjadi salah satu tujuan utama investasi yang menarik.

Integrasi Pasar Keuangan ASEAN

Sistem keuangan regional akan terintegrasi dengan akses pelayanan yang lebih luas untuk jasa keuangan, investasi dan pasar modal. 
Masuknya sumber modal baru diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia yang tinggi, inklusif, dan berkesinambungan. 
Tingkat profitabilitas yang tinggi perbankan Indonesia menjadi daya tarik bagi negara-negara di ASEAN untuk melakukan ekspansi usaha ke Indonesia.

Persaingan Tenaga Kerja

Kondisi yang kini menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan domestik, sehingga membutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapi kebutuhan yang meningkat. Sumber daya manusia yang mempunyai spesialis dalam bidang masing-masing usaha akan mampu bersaing dan bertahan dalam bidang masing-masing usaha yang dipilih.

Neraca Pembayaran dari Sektor Jasa dan Pendapatan Tenaga Kerja selalu menunjukkan defisit selama 6 tahun terakhir, menginidikasikan masih banyak perkerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.  Perusahaan di Indonesia menghadapi permasalahan kekurangan tenaga kerja yang mempunyai sepesialisasi pada bidang yang dijalani.

Permasalahan ini terjadi pada semua level manajemen. Kondisi ini akan menjadi tantangan sejalan dengan semakin tingginya porsi sektor jasa terhadap produksi dalam negeri (diperkirakan meningkat dari 36% saat ini menjadi 55% di 2020). Sehingga dikuatirkan Indonesia hanya dipandang sebagai pasar yang besar bukan sebagai negara yang menarik untuk investasi yang berkorelasi terhadap pembukaan lapangan kerja.

Implikasi Kebijakan: How to be the Winner?

Beberapa hal terpenting agar dapat unggul dalam persaingan era KEA antara lain:

  1. Peningkatan kemampuan dan kualitas SDM Indonesia untuk menciptakan daya saing
  2. Perbaikan iklim usaha dan pengembangan infrastruktur
  3. Peningkatan nilai tambah dan efisiensi produksi dari produk ekspor
  4. Penggunaan standardisasi utk menjaga persaingan dan kualitas
  5. Peningkatan daya saing UMKM dan wirausaha nasional.
  6. Mendorong koordinasi dan sinergi kebijakan antar instansi dan sektor.
  7. Peningkatan keterlibatan stakeholders daerah (pemda, dsb) dalam menghadapi KEA.


Pembicara: Dr. Halim Alamsyah (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Moderator: Dr. Abdul Salam
Audience: Mahasiswa MM dan S1 Reguler Sore
Tema: Perbankan Indonesia dalam Menghadapi KEA (Komunitas Ekonomi ASEAN)
Tempat/Waktu: Auditorium IBS / 09.00 - 12.00


Materi Dapat di download di sini

 


 




Kembali