02 Mei 2016

PETA KOMPETENSI, JUMLAH DAN PRODUKTIVITAS AKUNTANSI DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

 

Dr. Khomsiyah, Ak. MM. CA. FCMA. CGMA.- Dewan Pengurus Nasional
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)


Pada saat ini kita sudah berada dalam Masyarakat Ekonomi Asean dan berpotensi membawa ancaman bagi industri yang belum siap. Salah satu industri tersebut yaitu Jasa Akuntansi. Adanya tantangan dengan berlakunya MEA bagi Akuntan di Indonesia yaitu serbuan tenaga akuntan profesional asing ke Indonesia. Jika Akuntan Profesional Indonesia tidak siap maka akan hanya memperoleh jatah sebagai akuntan pinggiran.


Tantangan bagi ASEAN diantaranya persiapan implementasi ASEAN MRA on Accountancy Services, harmonisasi kualifikasi/profesi akuntan ASEAN dan komitmen untuk mencapai tujuan pergerakan bebas barang dan jasa di tahun 2015. Tantangan bagi Organisasi Profesi diantaranya adopsi dan penerapan standar profesi dan best practices, meningkatkan kualitas sertifikasi profesi dan jumlah akuntan sebagai anggota, mempersiapkan infrastruktur pelaksanaan MRA. Tantangan bagi Akuntan diantaranya pemahaman atas standar profesi, akuntansi, audit, dan bidang terkait yang berlaku secara global, peningkatan kualitas individu untuk bersaing secara regional dan global.


Peluang adanya ASEAN Mutual Recognition Agreement memungkinkan Akuntan Profesional Indonesia berkiprah di kancah ASEAN, adanya MRA dengan asosiasi profesi akuntan dunia, Akuntan Profesional Indonesia diakui oleh PAO dunia, adanya PMK No. 25/PMK.01/2014 banyak peran yang bisa dilakukan oleh Akuntan Profesional Indonesia.


Lulusan mahasiswa Akuntansi dari seluruh negara ASEAN rata-rata setiap tahun adalah berjumlah 77.330 orang. Peringkat pertama terbanyak penghasil lulusan Akuntansi adalah Indonesia yang berkontribusi 45 % dari seluruh lulusan mahasiswa Akuntansi ASEAN. Indonesia menghasilkan lebih 35.000 lulusan Akuntansi setiap tahun. Dari penelitian Ibu Khomsiyah dengan pertanyaan banyak akuntan Indonesia ke Negara ASEAN lainnya atau banyak akuntan luar yang masuk ke Indonesia. Hasil penelitian 2015 yang diperoleh dari beberapa Perguruan Tinggi swasta Jakarta yaitu banyak akuntan luar yang masuk ke Indonesia. Dengan alasan kurangnya Bahasa, Keterampilan dan Sikap pada Mahasiswa di Indonesia.


Strategi Menghadapi MEA

  • Memperkuat regulasi profesi akuntansi
  • Mendorong masyarakat Indonesia untuk memperoleh sertifikat profesi akuntan (CA Indonesia)
  • Mendorong masyarakat Indonesia meningkatkan kemampuan komunikasi di lingkup internasional  (penguasaan bahasa Inggris & soft skill)
  • Meningkatkan profesionalisme akuntan Indonesia
  • Kerja sama antara sesama asosiasi profesi akuntansi di Indonesia dan kerjasama dengan asosiasi profesi akuntansi negara lain
  • Sinergi seluruh pihak yang berkepentingan dengan profesi akuntansi, seperti regulator, akademisi, praktisi, asosiasi profesi, dan pengguna jasa

 



Akuntan Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus jadi pemain utama di regional ASEAN


Akuntan Indonesia siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN


“Potensi Indonesia sangat besar. Indonesia harus memperkuat diri agar tidak hanya menjadi pasar

 

Kembali