18 November 2016

KULIAH UMUM “Inspirasi dari Pedagang Asongan menjadi Mentri”

 





Jakarta, 18 November 2016


Tema pada kuliah umum ini “ Membangun Insan Cendikia”. Awal acara pembukaan dengan memutarkan profile video Bpk Dr. Sugiharto, SE., MBA yang menceritakan background perjalanan hidupnya Sejak SMP, ia bekerja menjadi pembantu rumah tangga dan berjualan rokok untuk membiayai sekolah. ''SMA saya naik pangkat jadi tukang parkir di Bioskop Taruna, Tanjungpriok,'' ujarnya. Siapa sangka, kini Sugiharto menduduki jabatan strategis, Menteri Negara BUMN. Beristrikan Tati Suhartini, ayah enam anak ini sukses menjadi arsitek bisnis. Sugiharto dikenal sebagai The Chief Financial Officer (CFO) of Indonesia Future. Bahkan, ia pun pernah meraih penghargaan sebagai The Best CEO of The Year 1996.


Sugiharto ini berasal dari kalangan tidak mampu. Sejak duduk di kelas dua SMP Taman Siswa, Kemayoran, Sugiharto sudah membiayai sekolah sendiri. Sugiharto Mencari uang dengan membantu bibi menjadi pembantu rumah tangga. Membantu menyiram bunga, mencuci piring, dan mencuci baju. Sehabis itu, Sugiharto nyambi jualan rokok klobot di pangkalan ojek dan becak. Sugiharto buka warung, modalnya sisa uang dari menjadi pembantu. Waktu itu, untuk Menghemat uang ongkos, setiap pulang sekolah Sugiharto biasa naik kereta gerbong yang suka membawa tangki minyak ke Tanjungpriok.


"Dulu jadwal Keretanya nggak tetap. Biasanya, pulang jam 12.00. Tapi kalau kereta belum berangkat, Saya terpaksa harus menunggu hingga jam 15.00. Waktu Itu," katanya. Sugiharto akhirnya naik kereta gerbong dengan bergelantungan.


"Itu kira-kira, sekitar tahun 1970-an. Waktu itu sangat usah sekali. Saya pun pernah merasakan makan Bulgur dan nasi merah," ujar Sugiharto mengenang.


Setelah itu, Ia melanjutkan sekolah ke SMAN 13 Jakarta. Saat sekolah di SMA, Sugiharto naik pangkat jadi tukang jaga parkir di Bioskop Taruna di Jl Enggano, Tanjungpriok.Setiap hari Sugiharto harus mulai stand by bekerja pukul 17.00, karena film mulai main pukul 19.00. Malah, jika pada Hari-hari tertentu ada film bagus, biasanya diputar midnight. Sehingga,Sugiharto harus pulang jam 01.00 atau 01.30.


Setelah lulus SMA suatu ketika dirinya lewat di Jl Jenderal Sudirman. Bergelantung di atas bus. Air matanya berlinang. Dalam hatinya ia Berdoa, ''Ya Allah, seandainya Engkau beri aku kesempatan bekerja di gedung yang tinggi itu, alangkah berlipat gandanya kebahagiaan hamba-Mu Ini.'' Ternyata doanya terkabul setelah melalui proses melamar info dari koran dirinya diterima bekerja digedung bertingkat yang ia inginkan.


Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas merupakan filosofi kegiatan sehari-hari yang dilakukannya. Sugiharto menyatakan, walaupun memiliki banyak perusahaan dan menjabat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan dia tak pernah berbisnis dengan Pertamina. Artinya, ia menjaga agar tidak ada konflik kepentingan. Dia mengatakan, yang terpenting abdikan pikiran kepada bangsa dan umat serta bersikap ikhlas. Sugiharto tidak pernah bermimpi bisa mencapai posisi-posisi tinggi yang sudah diraihnya. Saat ini ia masih memiliki sejumlah rencana besar yakni, membangkitkan, dan membesarkan usaha kecil dan mikro.


Pada kesempatan kuliah umum ini Bpk. Sugiharto menjelaskan mengenai bagaiman cara kita bisa sukses dengan cara mamanage emosional kita karena yang terpenting yaitu EQ emotional quotient sebesar 80% dan untuk IQ Intelligence Quotient dan SQ Spiritual Quotient hanya sebesar 20%.


Untuk lebih jelasnya ada materi dibawah ini silahkan unduh Materi di sini : MATERI

 



Kembali