01 Agustus 2016

Investor Menanti Gaya Elegan Sri Mulyani Kelola APBN

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 01/08/2016 08:06 WIB

Program pengampunan pajak atau tax amnesty telah dimulai, dan menuai sentimen positif dari kalangan investor. Akan tetapi, bukan berarti kekhawatiran soal realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sudah selesai.

Pada APBN-P 2016 disepakati belanja sebesar Rp 2.082 triliun dan pendapatan negara yang ditargetkan Rp 1.786,2 triliun. Postur anggaran tersebut dinilai masih menyimpan risiko.

"Jujur, itu risiko paling besar masih di fiskal, masih tinggi. Walaupun sudah ada revisi APBN 2016," ungkap Leo Putra Rinaldy, Analis Mandiri Sekuritas, di Hotel Westin dalam diskusi di Nusa Dua, Bali, Minggu malam (31/7/2016).

Leo menilai, langkah pemerintah untuk memasukkan penerimaan pajak dari program tax amnesty sebesar Rp 165 triliun terlalu berisiko. Bila itu tidak tercapai, maka pemerintah hanya memiliki dua pilihan, yaitu memperlebar defisit sampai ke 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau memotong belanja.

Kedua kebijakan tersebut tentu memiliki risiko. Dengan defisit diperlebar, artinya ada penambahan utang. Kondisi pasar keuangan yang masih penuh ketidakpastian akan sulit bagi pemerintah untuk merealisasikannya.

Kemudian pemotongan belanja. Pada APBN-P 2016, pemotongan belanja sudah dilakukan sebesar Rp 50 triliun yang bersumber dari belanja rutin atau tidak prioritas. Sementara bila dilakukan kembali, bukan tidak mungkin belanja yang dipotong adalah untuk infrastruktur. Ini tentunya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Secara perlahan, kekhawatiran ini memudar. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro. Investor menaruh harapan besar untuk kredibilitas APBN.

"Dengan Sri Mulyani Menkeu. Bambang Brodjonegoro di Bappenas, dan Darmin Nasution di Menko Perekonomian. Saya pikir ini tim yang solid. Tapi yang paling ditunggu adalah bagaimana Sri Mulyani memutuskan soal budget dilakukan dengan elegan," paparnya.

Elegan yang dimaksud adalah, dengan menyiapkan berbagai antisipasi dari berbagai risiko yang dikhawatirkan muncul. Artinya investor juga bisa lebih tenang memproyeksikan kondisi hingga akhir tahun. (mkl/wdl) (detik)

   Beberapa waktu lalu tim bursa saham Indonesia banking School memperbincangkan mengenai tax amnesty yang kini sudah disahkan. Kampus yang mempunyai jurusan Akuntansi ini sangat menanggapi perkembangan dalam dan luar negeri.