03 Januari 2019

INDONESIA BANKING SCHOOL TURUT MEMBANGUN BANGSA MELALUI EKONOMI SYARIAH

 

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPP IAEI) bekerja sama dengan Komisariat Perbanas Institute mengadakan Seminar Nasional Akhir Tahun dengan tema Peran Strategis Keuangan Syariah di Era Financial Technology & Edukasi Perlindungan Konsumen.


Indonesia Banking School turut ambil bagian dan sebagai anggota dalam kepengurusan IAEI dalam menjalankan system pemerintah bersama tim program studi Manajemen keuangan perbankan Syariah yang sudah berlangsung dimulai pada tahun 2016. Membangun generasi yang dapat menciptakan financial technology berbasis Syariah. Seperti yang disampaikan ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bpk. Halim Alamsyah yang juga mengungkapkan pentingnya peran ‘financial technology’ (‘fintech’) dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.


Fintech akan sangat bermanfaat dalam konteks mensosialisaikan serta memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat melalui jalur non konvesional. “Padahal saat ini ada kesempatan untuk mensosialisasikan ekonomi syariah secara cepat, murah dan terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat,” sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua II DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Bpk. Halim Alamsyah.


Oleh sebab itu, beliau berharap, agar kedepan sosialisasi dan perkenalan ekonomi syariah melalui ‘fintech’ ini juga dapat dilakukan secara bersamaan. Caranya melalui lembaga-lembaga keuangan pemerintah seperti OJK,  LPS dan Bank Indonesia.


Peran Otoritas Jasa Keuangan memfasilitasi regulatory sandbox selaku inkubator Fintech untuk menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen bagi  fintech pemula yang menginginkan pembelajaran dan pengurusan perijinan pelaksanaan kegiatan, yang berlokasi lt 17 Wisma Mulia 2  Kuningan bernama 'Infinity', Fintech Center OJK seperti yang disampaikan oleh Bpk. Ir. Ahmad Buchori, MAF. selaku Penasihat komite strategis dan pusat riset OJK dan Ketua III DPP IAEI.