“PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH DI KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR”

Rabu, 30 Juni 2021 pk.10.00 – 12.00

Sejalan dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam peraturan perundang-2 an tersebut juga dilaksanakan Otonomi Daerah dalam proses pembangunan ekonomi daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam Otonomi Daerah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diberikan kewenangan mengatur, mengurus, mengendalikan dan mengembangkan kegiatan sendiri sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing termasuk di bidang Ekonomi dan Keuangan.

Secara finansial, penyelenggaraan pembangunan Daerah dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (APBD) dan sumber-2 pembiayaan yang dibolehkan oleh peraturan perundang undangan yang berlaku. Pembangunan Ekonomi Daerah dilakukan secara berencana yang pada umumnya ditandai dengan pembangunan Sarana Prasarana (Infrastruktur) Fisik dan Sosial sebagai prasyarat adanya kegiatan perekonomian.
Dalam kondisi Pandemi Covid 19, perekonomian nasional juga terkena dampaknya dengan menurunnya aktivitas perekonomian yang sangat sighnificant, yaitu dengan pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) yang mengalami kontraksi – 2,19% pada tahun 2020 y.o.y. Hal serupa juga terjadi di daerah-2 termasuk Provinsi Jawa Timur yang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi daerah (PDRB) – 2,39% y.o.y tahun 2020.

Bojonegoro merupakan Kabupaten di wilayah Jawa Timur yang juga mengalami kontraksi perekonomiannya akibat adanya Covid-19. Namun dengan adanya strategi pembangunan ekonomi yang terstruktur dan strategi implementasi yang sistematis dan konsisten dari Pimpinan Daerahnya antara lain dengan terbagunnya infrastruktur fisik di bidang transportasi, irigasi, pertanian, industri strategis terutama di bidang Migas yang menyumbang 30% kebutuhan nasional dan infrastruktur sosial lainnya. Oleh karena itu, Bojonegoro meskipun perekonomiannya terdampak Covid 19, namun hanya mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar – 0,40%, dan merupakan kabupaten terbaik di Jawa Timur.

Strategi pengelolaan keuangan yang ditetapkan pada APBD Bojonegoro dilaksanakan dengan komprehensif dan dilaksanakan secara konsisten, terutama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Hal ini sangat tepat sebagai faktor utama untuk menggerakkan perekonomian di wilayah pedesaan Kabupaten Bojonegoro. Selain itu strategi pembangunan secara keseluruhan juga melibatkan industri Keuangan termasuk sektor Perbankan merupakan upaya meningkatkan kontrubisi sektor tersebut sebagai komplemen “fiancial support” dalam proses pembangunan ekonomi Bojonegoro.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga secara intensif menerapkan Keppres No. 23 tahun 2017 tanggal 8 Agustus 2017 tentang Tim Pengendali Inflasi Nasional yang pelaksanaan sampai ke tingkat Provinsi dan Kabupaten yaitu Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bertugas melakukan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan, penyelesaian permasalahaan dan langkah-2 pencapaian perencanaan kebijakan inflasi serta pemantauan evaluasi. TPID dioperasikan dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia Regional Jawa Timur. Dengan demikian tingkat inflasi terutama barang-2 kebutuhan pokok di Bojonegoro dapat terkendali dan tidak menurunkan daya beli masyarakat. Selain itu, juga telah dilakukan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan jasa keuangan dan perbankan dalam hal Inklusi Keuangan (financial inclusif) melalui koordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Jawa Timur.

Agar civitas akademica STIE Indonesia Banking School lebih mengetahui dan memahami secara akademik sistem Pembangunan Daerah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kontrol dalam proses pembangunan ekonomi daerah. Dalam hal ini yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Forum Webinar ini juga dapat sebagai media tukar menukar informasi dan referensi dalam prinsip-2 Pembangunan Ekonomi Daerah baik secara akademik maupun secara praktikal.

DOWNLOAD MATERI DISINI  : 

DOWNLOAD