“Peran Pasar Modal Indonesia dalam

Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun 2021″

Download Materi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) sepanjang 2020 telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas Pasar Modal akibat gejolak perekonomian dampak pandemi Covid 19. Berbagai kebijakan tersebut juga selaras dengan upaya Pemerintah dalam menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan menerbitkan ketentuan yang mengakomodir kebutuhan permodalan UKM, dukungan implementasi UU Cipta Kerja dan kemudahan penerbitan obligasi daerah. Kebijakan OJK tersebut mampu meredam volatilitas dan menjaga stabilitas pasar dengan IHSG yang kembali menguat dan meningkatnya kepercayaan investor ritel terhadap Pasar Modal Indonesia di masa pandemi (OJK, 2021)[1].

Sementara pada awal tahun 2021 ini, OJK mencatat aliran dana investor asing mencapai Rp 36,6 triliun yang menunjukkan optimisme di pasar modal. Selain itu, berdasarkan data RTI, tercatat IHSG sentuh level tertinggi 6.440 pada 20 Januari 2021 dengan kontribusi terbesar dari investor ritel. Investor ini cukup antusias dengan dibuktikannya 4 juta investor riil baru masuk ke pasar modal. Pasar modal juga mengeluarkan Securities Crowdfunding (SCF) untuk mengimbangi permintaan dan produk di pasar modal pada awal tahun ini. SCF terutama ditujukan untuk memberikan peluang bagi generasi muda (milenial) untuk berinvestasi dengan instrumen elektronik yang ditargetkan penghimpunan dana dari SCF Rp 74 triliun pada 2021.

Merujuk pada penjelasan mengenai peran pasar modal selama masa pandemi, STIE Indonesia Banking School (IBS) berencana mengadakan Webinar Nasional Kuliah Umum dengan tema “Peran Pasar Modal Indonesia dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun 2021”. Untuk itu, IBS dengan hormat mengundang Bpk. Ir. Hoesen, MM., selaku Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pengawasan Pasar Modal sebagai narasumber dalam Webinar Kuliah Umum yang dilakukan secara daring