Peran Sektor Jasa Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-Indonesia Banking School (STIE-IBS) kembali menyelenggarakan Webinar kuliah umum bertajuk Peran Sektor Jasa Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (18/9/2020). Hadir sebagai pembicara  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan moderator Sulistyowati, dosen Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah STIE IBS. 

“Webinar ini sebagai bentuk sharing session dengan OJK terkait fungsi dan peran strategis institusi ini dalam hal pemulihan ekonomi nasional sebagaimana kebijakan pemerintah, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,” kata Dr. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, SH, LL.M-Ketua STIE-IBS.

Dikatakan Kusumaningtuti, pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan ekonomi nasional secara signifikan yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Meski saat ini stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga, namun  kewaspadaan tetap terus ditingkatkan.

OJK sebagai pendukung utama perekonomian negara, terus berupaya maksimal di tengah era social dan physical distancing dimana mengharuskan masyarakat untuk beraktivitas dari rumah (WFH). 

“Mengenai fungsi regulasi OJK terkait Pemulihan Ekonomi Nasional, lembaga ini memiliki peran strategis yang dipaparkan dalam webinar nasional STIE Indonesia Banking School,” jelasnya. 

Menurut Ibu Kusumaningtuti, OJK memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan, institusi ini memiliki peran penting dalam kegiatan di sektor jasa keuangan berupa pengawasan secara independen dan akuntabel dengan cakupan sangat luas, mencakup pengaturan dan pengawasan secara microprudential.

Sementara Wimboh mengatakan, menghadapi masa Pandemi koordinasi kebijakan akan terus diperkuat bersama KSSK, Kementerian/Lembaga, industri jasa keuangan serta dunia usaha untuk mendorong sektor riil terus bergerak menjalankan roda perekonomian dengan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan.

OJK mendukung berbagai kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Berbagai kebijakan stimulus dikeluarkan OJK di masa pandemi Covid 19 ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. OJK sudah mengeluarkan 11 kebijakan stimulus di industri perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank.

Kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK antara lain kebijakan terkait restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan yang diatur melalui POJK 11/2020 dan POJK 14/2020.

OJK sudah mengeluarkan sebelas kebijakan stimulus pada cakupan yang luas meliputi industri perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank. Hal ini dimaksudkan untuk dapat menggerakkan roda perekonomian dengan memberikan daya dukung bagi sektor riil. 

Salah satu kebijakan besar yang telah dikeluarkan OJK sejak 16 Maret 2020 yaitu program restrukturisasi kredit perbankan, hingga 20 Juli telah mencapai nilai Rp 784,36 triliun dari Rp6,73 juta debitur. Hal ini semata bertujuan membantu perekonomian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.  

Dalam pemaparannya, Wimboh menyebut, kebijakan stimulus tersebut selain untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan juga berfungsi untuk menempatkan industri jasa keuangan menjadi katalis dalam menggerakkan roda perekonomian dengan memberikan daya dukung bagi sektor riil.