“Percepatan Digitalisasi UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Sebagai Dampak Pandemi Covid 19”

Jum’at , 23 Juli 2021 pk.10.00 – 12.00

Jumlah UMKM terhubung ke ekosistem digital selama 8 tahun sebelumnya sampai pandemi, baru 8 juta pelaku usaha yang sudah onboarding. Selama pandemi covid-19, ada kenaikan yang sangat luar biasa. Per Mei 2021, sudah 13,5 juta. Jadi, sekarang totalnya sudah 21%,”. Disatu sisi pandemic covid-19 adalah “musibah”, tetapi bagi UMKM adalah “berkah”, karena jumlah UMKM meningkat. Kenaikan ini terjadi karena selama pandemi covid-19, interaksi UMKM dengan ekosistem dan pasarnya dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi diera digital ini. Oleh karena itu digitalisasi bagi UMKM adalah suatu upaya untuk mempercepat pertumbuhan UMKM yang diharapkan dapat memulihkan Ekonomi Nasional.

Pandemi covid-19 adalah momentum tepat sebagai “berkah” untuk Indonesia melakukan percepatan digitalisasi UMKM. Digitalisasi dalam arti sesungguhnya, yakni memperkuat dayalenting (resilience) UMKM menghadapi krisis saat pandemic dan masa depan yang tidak menentu. Digitalisasi diharapkan dapat mengantisipasi berbagai perubahan ke depannya. Selain itu, memastikan produk UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan semakin berdaya di pasar global. Syaratnya, digitalisasi UMKM harus menjadi agenda kolektif bangsa. Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyusun Strategi Nasional UMKM dan Koperasi. Instrumen kebijakan yang untuk pertama kali dimiliki Indonesia ini nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh komponen bangsa. Tidak terbatas untuk pendidikan, pelatihan, dan pendampingan UMKM dan koperasi memanfaatkan ekositem digital. Secara operasional, penyediaan infrastuktur dasar digital untuk UMKM dapat diinisiasi pemerintah, pemerintah daerah, atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN. Disisi lain, pengelolaan UMKM melalui rantai pasokan (suplly chain management), yang lebih masif dapat di cover melalui digitalisasi, sehingga dari hulu sampai ke hilir, dari pemasok sampai ke pelanggan di “deliver” secara digital akan  menjadi sumber keunggulan bersaing bagi UMKM dalam menjalankan bisnis yang semakin “hypercompetitive” dan “hyperdynamic” Salah satu indikator yang menunjukkan pertumbuhan UMKM dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi. dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia ada sekitar 64 juta dan baru 13% saja yang telah terhubung ke ekosistem digital. Sebaliknya, 87% sisanya dalam kondisi luring (off line) atau seluruh aktivitas usaha atau rantai pasokannya mulai pembelian, penjualan, pemasaran, hingga pembayaran masih sangat bergantung pada interaksi fisik. Melibatkan lebih banyak UMKM ke dalam ekosistem digital tidaklah mudah. Selain karena populasinya teramat besar, umumnya mereka juga belum memiliki infrastruktur dasar untuk masuk ke ekosistem ini. Tidak punya telepon seluler, tidak punya komputer, hingga tidak punya paket pulsa atau internet dan sebagainya.

Memperhatikan uraian diatas, makaSTIEIndonesiaBankingSchool (IBS) berencanamengadakanWebinarKuliahUmum dengantema“Percepatan Digitalisasi UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Sebagai Dampak Pandemi Covid 19”. Untuk itu, IBS denganhormatmengundangTeten Masduki Menteri Koperasi, sebagai narasumberdalam Webinar Kuliah Umum yang dilakukan secara daring melalui platform Video Conference (Zoom Meeting).

DOWNLOAD MATERI DISINI  : 

DOWNLOAD