IBS Bahas Transformasi Kurikulum OBE dalam Workshop Bersama FMI Jakarta
Jakarta, 12 Juni 2025 – Indonesia Banking School (IBS) menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum yang menghadirkan Dr. Yasintha Soelasih, SE., M.Si, Penasihat Forum Manajemen Indonesia (FMI) Jakarta sekaligus Ketua Tim Penyusun Kurikulum FMI. Workshop yang berlangsung di Ruang 4.05, Lantai 4 IBS ini mengangkat isu strategis mengenai transformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Dalam paparannya, Dr. Yasintha menjelaskan bahwa kurikulum OBE menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) sebagai titik pusat dalam proses pendidikan. “Kurikulum saat ini tidak lagi hanya fokus pada apa yang diajarkan, tetapi harus menjawab pertanyaan: apa yang mampu dilakukan oleh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan?” jelasnya di hadapan para dosen dan pengelola program studi IBS.
Workshop yang dimoderatori oleh Dr. Erric Wijaya, SE., ME, Dosen STIE IBS, ini juga menekankan pentingnya constructive alignment, yaitu keselarasan antara tujuan pembelajaran, metode ajar, dan asesmen untuk memastikan tercapainya CPL.
Selain itu, materi juga mengacu pada regulasi terkini, seperti Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, SN-Dikti, dan KKNI yang menjadi landasan utama penyusunan kurikulum. Dr. Yasintha menyampaikan bahwa CPL harus disusun berdasarkan standar nasional dengan melibatkan pemangku kepentingan, serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Desain kurikulum harus dimulai dari rumusan profil lulusan, dirinci menjadi CPL, dan diturunkan ke dalam CPMK serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pendekatan ini memungkinkan lulusan memiliki keahlian dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya IBS dalam mendukung peningkatan mutu akademik dan penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan industri, khususnya di sektor keuangan dan bisnis digital. Peserta workshop tampak antusias berdiskusi mengenai praktik terbaik dalam implementasi kurikulum OBE di lingkungan perguruan tinggi.


Get Social