IBS dan OJK Institute Bahas Sinkronisasi Kurikulum dengan Kebutuhan Industri Keuangan dan Perbankan
Jakarta (25/7/2025) – Indonesia Banking School (IBS) bekerja sama dengan OJK Institute mengadakan Sharing Session bertema “Pengembangan Kurikulum: Kebutuhan Kompetensi Lulusan untuk Industri Keuangan dan Perbankan” pada Jumat (25/7) di Amphitheater 405, Kampus IBS, Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Anung Herlianto EC, SE.Akt, CA, MBA (Deputi Komisioner, Kepala OJK Institute) dan Ni Nyoman Puspani (Kepala Direktorat Perencanaan Pengembangan SDM OJK) sebagai narasumber. Bertindak sebagai moderator adalah Gatot Sugiono S. SE., MM., Wakil Ketua II IBS.
Dalam sambutannya, Prof. Ir. Dana S. Saroso, MEngSc., PhD, ketua IBS, menyampaikan bahwa kolaborasi langsung dengan pelaku industri merupakan langkah penting dalam menyesuaikan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami berharap lulusan kami memiliki kompetensi yang tidak hanya relevan, tapi juga unggul di era digital dan regulasi yang terus berkembang,”.
Dr. Anung Herlianto menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor perbankan tidak menghilangkan esensi dari perbankan itu sendiri. “Sejatinya tidak ada perbankan digital yang ada adalah perbankan yang memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang tidak hanya mencakup aspek teknologi, tetapi juga penguatan prinsip akuntansi perbankan dan inovasi finansial yang spesifik terhadap sektor perbankan.
Ni Nyoman Puspani menambahkan bahwa standar kompetensi lulusan perlu mengacu pada SKKNI dan KKNI, termasuk literasi terhadap risiko-risiko terkini seperti keamanan data, penyalahgunaan AI, serta perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif IBS sebagai kampus yang adaptif terhadap perubahan, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri jasa keuangan. Hasil diskusi dan masukan dari para narasumber diharapkan menjadi landasan pengembangan kurikulum dan silabus ke depan, yang lebih responsif terhadap tantangan dan kebutuhan industri.


Get Social