blog-contoh

blog-contoh2022-12-20T08:15:29+00:00

NEWS / BLOG

Sed interdum massa lacus, a porttitor risus gravida sed. Nulla ultricies ex non sagittis vulputate. Integer fringilla convallis risus, id semper est interdum non.

LATEST ARTICLES

Quisque molestie tristique nisi et luctus. Proin eget velit quis lorem euismod pulvinar. Phasellus lobortis tellus dignissim metus varius volutpat. Integer a lacus mauris.

CBDC Bukan Jawaban jika Rupiah belum Ditata

March 10, 2026|

Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Pergerakan rupiah dan yield Surat Berharga Negara (SBN) menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya nyaman. Yield SBN tenor 10 tahun masih bertahan di kisaran 6,3%-6,4%, level yang menunjukkan investor tetap menuntut premi risiko di tengah ketidakpastian global dan persepsi terhadap arah fiskal domestik. Artinya, biaya dana pemerintah belum sepenuhnya turun ke zona yang benar-benar "longgar". Di sisi lain, rupiah memang sempat dibuka menguat 0,09% ke Rp16.825 per dolar AS pada 13 Februari 2026 (cnbcindonesia.com). Namun penguatan tersebut lebih mencerminkan sentimen jangka pendek ketimbang perubahan fundamental struktural. Tekanan eksternal-terutama penguatan dolar AS dalam pola Dollar Smile, masih menjadi faktor dominan yang membayangi stabilitas nilai tukar. Padahal dari sisi fundamental domestik, kinerja ekonomi tidak buruk. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,11%, menunjukkan daya tahan konsumsi dan investasi yang relatif solid di tengah tekanan global. Kombinasi pertumbuhan yang terjaga dan inflasi yang terkendali seharusnya menjadi bantalan stabilitas. Namun pasar keuangan tidak hanya membaca angka pertumbuhan, pasar membaca konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, dan kredibilitas moneter. Di sinilah setiap ...

Negara Orkestrator demi Pertumbuhan 8%

March 9, 2026|

Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Di tengah perdebatan soal tata kelola negara, transparansi kebijakan, dan arah pembangunan, muncul satu pertanyaan penting: apakah negara masih sekadar menjadi pembelanja anggaran atau sudah mampu menjadi pengarah masa depan ekonomi? Berbagai isu yang mengisi ruang publik, mulai dari beban fiskal, proyek besar yang dipertanyakan manfaatnya, hingga tuntutan kebijakan yang lebih efektif, menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi cukup hanya mengandalkan stabilitas. Kita membutuhkan lompatan strategis. Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 5% per tahun. Stabilitas ini layak diapresiasi karena menjaga ketertiban sosial dan kesehatan fiskal. Namun, stabil bukan berarti cukup. Pertumbuhan 5% hanya membuat kita bertahan, bukan meloncat. Jika pola ini terus berlanjut, visi Indonesia Emas 2045 berisiko tinggal menjadi slogan. Di sinilah perubahan paradigma menjadi mendesak. Negara tidak bisa lagi hanya menjadi mesin belanja dan pelaksana proyek. Negara harus bertransformasi menjadi orkestrator pertumbuhan. Artinya, negara mengatur arah, menyatukan kepentingan, dan menggerakkan seluruh kekuatan ekonomi nasional menuju tujuan yang sama, yaitu industrialisasi produktif dan pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan. Tanpa orkestrasi, ...

Jebakan 5 Persen Saatnya Negara Berubah

February 23, 2026|

Jebakan 5% Saatnya Negara Berubah Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11% (BPS, 2026). Pemerintah menyebutnya stabil, pasar menyebutnya solid, dunia internasional menyebutnya resilien. Pertanyaannya sederhana: apakah 5,11% cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045 saat republik ini genap berusia 100 tahun? Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di zona nyaman 5%. Angka ini cukup menjaga stabilitas sosial, cukup menurunkan kemiskinan secara gradual, dan cukup mengendalikan rasio utang. Tetapi 5% tidak pernah cukup untuk menciptakan lompatan peradaban ekonomi. Stabilitas tanpa transformasi pada akhirnya hanyalah stagnasi yang terselubung. Perdebatan Salah Arah Perdebatan publik saat ini terlalu sempit: apakah pajak perlu dinaikan? Apakah defisit boleh melampaui 3%? Apakah subsidi harus dikurangi? IMF dalam Golden Vision 2045: Making the Most Out of Public Investment (Februari 2026) mendorong efisiensi investasi publik melalui kenaikan pajak bertahap. Akademisi LPEM UI dalam Indonesia Economic Outlook Q1-2026 mengingatkan risiko fiskal. Pemerintah, lewat Indonesia Economic Outlook 2026, menekankan pentingnya menjaga daya beli. Semua pandangan ini sah, tetapi masing-masing hanya melihat bagian ...

Mahasiswa IBS Relawan Pajak Terbaik

February 3, 2026|

Dua Mahasiswa Jurusan Akuntansi Indonesia Banking School mendapatkan penghargaan sebagai Relawan Pajak Terbaik dari Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jakarta Selatan. Selamat kepada Resya Nabila dan Fadil Arrahman mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2023 karena prestasinya mendapatkan penghargaan Relawan Pajak Terbaik dari DJP Jakarta Selatan.

Best Paper Green Entrepreneurship

January 16, 2026|

Tim mahasiswa Indonesia Banking School ikut serta dalam acara National Conference for Community Development on Business tourism& Entrepreneurship 2026 dengan tema Green Entrepreneurship - Membangun Ekonomi Berkelanjutan untuk Indonesia Maju dimana IBS juga sebagai Co-Host di acara ini yang diselenggarakan oleh LSPR Institute of Communication & Business. IBS  juga mendapatkan Best Paper pada kegiatan ini. Dari 5 Paper yang dipresentasikan, 3 paper dari IBS menjadi Best Paper Prestasi ini menjadi bukti komitmen sivitas akademika IBS dalam mendorong inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Terus berkarya dan menginspirasi! 🌱✨ #IndonesiaBankingSchool #IBSProud #IBSquad #BestPaper #GreenEntrepreneurship #SustainableEconomy #IBSAchievement #MahasiswaBerprestasi #Entrepreneurship #Conference2026  

QUALITY GUARANTEE

Sed venenatis urna sit amet vulputate lobortis. Nullam dolor sem, varius eu luctus vitae, mattis id dolor. Proin ultricies feugiat ipsum. Quisque lobortis risus sapien, quis pulvinar turpis placerat ut. Vivamus eu egestas est, commodo ultricies turpis. Donec a consequat nisi, non pellentesque risus. Fusce lacinia sem a mollis tempus. Etiam in sapien non odio ornare iaculis vel vel enim. Sed velit urna, pharetra non quam nec, consequat hendrerit ex. Phasellus ac rutrum diam.

OFFICE LINE

1.800.555.6789

EMERGENCY

1.800.555.0000

WORKING HOURS

9:00am – 6:00pm

OFFICE LINE

1.800.555.6789

EMERGENCY

1.800.555.0000

WORKING HOURS

9:00am – 6:00pm

Go to Top