April 20, 2026

Subang — Desa Wisata Kasomalang Kulon menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kolaboratif berskala nasional yang penuh energi dan dampak nyata. Dipimpin oleh Universitas Persada Indonesia Y.A.I, sebanyak 173 dosen dari 64 perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia turun langsung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 17–18 April 2026. Dari 173 dosen tersebut, beberapa dosen dari Indonesia Banking School masuk dalam beberapa kelompok kategori yaitu

Dalam Kelompok “Penerapan Sistem Bank Sampah Pepeling di Desa Wisata Kecamatan Kasomalang Kulon Kabupaten Subang”, terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Sparta, SE.,Ak., ME. CA.

Pada Kelompok “Optimalisasi Nilai Tambah Melalui Pengemasan (Packaging) Dan Media Sosial Untuk Memperluas Pemasaran” terdiri dari Dr. Edi Komara, SE., M.Si.

Pada “Strategi Anti Gagal Bisnis Keripik: Peningkatan Daya Saing UMKM Keripik Singkong melalui Inovasi Packaging dan Perhitungan Harga Pokok Produksi di Desa Kasomalang Subang” terdiri dari Meta Andriani, SE., MM., Dr Enny Haryanti, SE., MM. dan Assoc Prof. Dr. Paulina, SE., M.Si.

Selama dua hari, desa ini berubah menjadi pusat aktivitas pemberdayaan yang dinamis. Ratusan akademisi tidak hanya hadir sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mencari solusi dan mengembangkan potensi lokal.

Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari pelaku PKK dan UMKM yang mendapatkan penguatan dalam pengelolaan usaha dan pemasaran digital, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengelola homestay yang didorong untuk meningkatkan kualitas layanan wisata.

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi desa. Sementara itu, kader Posyandu dan guru PAUD serta TK mendapatkan pembekalan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan dasar bagi masyarakat.

Generasi muda pun tidak luput dari perhatian. Komunitas pemuda peduli lingkungan dan komunitas kreatif dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan inovatif, guna mendorong lahirnya ide-ide segar yang mampu mengangkat potensi desa ke tingkat yang lebih tinggi.

Di sektor produktif, para petani nanas, pembudidaya jamur tiram, serta peternak ikan nila mendapatkan pendampingan teknis yang aplikatif, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga strategi pengembangan usaha berbasis pasar.

Salah satu panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Hasilnya harus bisa langsung dirasakan,” ujarnya.

Sambutan hangat datang dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran para dosen. Kepala Desa Kasomalang Kulon menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat kemajuan desa. “Kami tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga motivasi dan kepercayaan diri untuk berkembang,” katanya.

Dengan skala kolaborasi yang besar dan pendekatan yang menyeluruh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model pengabdian masyarakat berbasis sinergi nasional. Kasomalang Kulon pun kini semakin mantap melangkah sebagai desa wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdaya dan mandiri.

Gerakan ini menegaskan satu hal: ketika kampus hadir di tengah masyarakat, perubahan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan bersama.

Categories

Archives

Share This Story, Choose Your Platform!

Go to Top