April 17, 2026

Paris, 17 April 2026 – Forum internasional bertajuk Faith in the Common Good: The International Faith-Consistent Investing Forum resmi digelar pada 16-17 April 2026 di Collège des Bernardins, Paris. Forum bersejarah ini mempertemukan lebih dari 60 peserta para pemimpin agama dan profesional investasi dari berbagai agama dan manajer keuangan dari berbagai negara —dengan tujuan tunggal: membangun kerangka aksi kolektif untuk investasi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan demi kebaikan bersama.
Di saat dunia dihadapkan pada krisis iklim, ketimpangan sosial, serta lemahnya tata kelola ekonomi, para pembicara sependapat bahwa keuangan yang berlandaskan moral dan etika bukan lagi sekadar opsi, melainkan suatu keharusan. Akar dari berbagai krisis global justru terletak pada minimnya kesadaran moral dalam menggerakkan arus keuangan. Investasi berbasis agama hadir sebagai jalan keluar—bukan hanya untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk mewujudkan keselamatan bersama umat manusia dan bumi.
Dalam forum tersebut, Hayu Prabowo, menyampaikan artikel berjudul “Harnessing Islamic Finance for Climate Action: from Principles to a Global Coalition from the Indonesian Perspective”. Makalah ini menjadi salah satu pilar diskusi mengenai keuangan syariah baik komersial dan sosial —dengan instrumen seperti perbankan, pasar modal, sukuk, zakat, dan wakaf—dapat dioptimalkan untuk mengatasi krisis kemanusiaan, iklim dan lingkungan.
Pada sesi penutup hari pertama, sebuah refleksi Muslim disampaikan oleh Hayu Prabowo dengan mengutip QS. Al-Ma’idah ayat 2: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. Refleksi ini menegaskan bahwa investasi yang konsisten dengan agama bukanlah aktivitas biasa, melainkan salah satu amalan ibadah.
Keuangan yang dikelola adalah amanah—titipan yang harus digunakan untuk kebaikan abadi (amal jariyah). “Yang muncul di forum ini bukanlah keseragaman doktrin, melainkan kepercayaan dan gerakan aksi bersama untuk kebaikan bersama, bagi mereka yang rentan, dan bagi bumi yang Tuhan percayakan kepada kita semua,” demikian penggalan refleksi yang mengakhiri sesi malam itu.
Forum Faith in the Common Good ini menjadi tonggak baru dalam hubungan lintas agama di sektor keuangan, membuktikan bahwa agama dan pasar dapat bersinergi untuk menyelamatkan bumi.

Sebagai tindak lanjut, para peserta sepakat membentuk Joint Steering Committee on Faith-Consistent Investing yang akan merumuskan kerangka kerja sama lintas agama dalam 12 bulan ke depan. Kelompok kerja ini akan fokus pada tiga area prioritas: pengembangan standar investasi bersama, identifikasi proyek-proyek global yang mendesak (seperti ketahanan pangan, air bersih, dan energi berkelanjutan), serta pembentukan mekanisme pembiayaan kolektif. Forum ini akan dijadikan agenda tahunan yang bergilir di berbagai pusat keuangan dunia. “Kita tidak ingin sekadar berdiskusi. Kita ingin pasar melihat bahwa keuangan yang berlandaskan moralitas agama dapat bergerak bersama demi menyelamatkan bumi dan kemanusiaan,” tegas Jean-Baptiste de Franssu, Presiden Collège des Bernardins, selaku penyelenggara bersama FaithInvest.

Categories

Archives

Share This Story, Choose Your Platform!

Go to Top