Indonesia Banking School memiliki fokus diferensiasi yang membedakannya dari perguruan tinggi lain, yaitu penyelenggaraan pendidikan yang diarahkan secara khusus pada bidang perbankan dan keuangan digital. Fokus ini bukan sekadar penanda visi, melainkan janji mutu kepada mahasiswa, industri, dan masyarakat bahwa setiap lulusan IBS memahami industri jasa keuangan di era digital. Di antara seluruh pengalaman belajar yang dirancang untuk mewujudkan fokus tersebut, magang menempati posisi sebagai landasan utama (cornerstone) pengejawantahannya. Di ruang kelas mahasiswa membangun kerangka teori; di tempat magang mereka menguji, mematangkan, dan mengejawantahkan teori itu pada praktik perbankan dan keuangan digital yang sesungguhnya pada bank, otoritas keuangan, lembaga keuangan non-bank, dan perusahaan fintech. Melalui magang, diferensiasi IBS terwujud bukan hanya di dokumen kurikulum, melainkan pada kompetensi yang melekat dalam diri lulusan.

Buku Panduan Magang Edisi OBE (Outcome Based Education) 2026 menandai perubahan mendasar dalam cara IBS memandang dan menilai magang. Saat ini, kegiatan magang ini beralih penuh ke pendekatan Outcome-Based Education (OBE) sebagaimana diamanatkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026, yang menilai capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara terintegrasi dan utuh. Beberapa perubahan penting antara lain : magang kini dikonversi menjadi 18 SKS yang setara dengan enam mata kuliah; ujian magang berbentuk pameran poster yang menumbuhkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi; serta magang dapat ditempuh sebagai salah satu jalur penyusunan tugas akhir. Seluruhnya bermuara pada satu tujuan, yaitu lulusan yang unggul dan siap berkontribusi di industri perbankan dan keuangan digital. Semoga buku ini bermanfaat bagi mahasiswa, dosen pembimbing, pembimbing lapangan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mengupayakan link and match pendidikan IBS dengan dunia kerja.