NEWS / BLOG
Sed interdum massa lacus, a porttitor risus gravida sed. Nulla ultricies ex non sagittis vulputate. Integer fringilla convallis risus, id semper est interdum non.
LATEST ARTICLES
Quisque molestie tristique nisi et luctus. Proin eget velit quis lorem euismod pulvinar. Phasellus lobortis tellus dignissim metus varius volutpat. Integer a lacus mauris.
Bantalan Fiskal Indonesia: Shock Absorber atau Penundaan Risiko?
Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Pernyataan Menteri Keuangan Indonesia dalam forum IMF di Amerika Serikat (15/04/2026) sekilas tampak sebagai afirmasi klasik atas disiplin fiskal. Beliau menekankan bahwa APBN tetap solid, defisit terkendali, dan penerimaan negara menunjukkan kinerja positif. Namun, jika dibaca lebih dalam, terdapat satu kata kunci yang sangat strategis dan sering luput dianalisis secara kritis, yaitu "bantalan fiskal" sebagai cadangan bila diperlukan. Istilah ini bukan sekadar teknis anggaran. Ini mencerminkan perubahan paradigma yang lebih dalam, yaitu negara tidak lagi hanya menjaga stabilitas, tetap menyiapkan diri untuk mengelola ketidakpastian yang bersifat permanen. Dari Stabilizer ke Shock Absorber Saya ingin menekankan, bahwa fiskal kini tidak lagi sekadar automatic stabilizer, tetapi telah berevolusi menjadi shock absorber aktif. Ketika Menteri Keuangan menyebut adanya "bantalan fiskal", yang dimaksud bukan hanya ruang anggaran (fiscal space), tetapi juga kemampuan negara untuk menyerap guncangan global, menjaga daya beli, dan mempertahankan momentum ekonomi ketika tekanan eksternal meningkat. Dalam konteks global saat ini, suku bunga tinggi, geopolitik memanas, dan rantai pasok tidak stabil, membuat bantalan ini menjadi krusial. Namun, ...
Dari Kampus ke Desa: Aksi Besar 173 Dosen Mengguncang Kasomalang Kulon
Subang — Desa Wisata Kasomalang Kulon menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kolaboratif berskala nasional yang penuh energi dan dampak nyata. Dipimpin oleh Universitas Persada Indonesia Y.A.I, sebanyak 173 dosen dari 64 perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia turun langsung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 17–18 April 2026. Dari 173 dosen tersebut, beberapa dosen dari Indonesia Banking School masuk dalam beberapa kelompok kategori yaitu Dalam Kelompok "Penerapan Sistem Bank Sampah Pepeling di Desa Wisata Kecamatan Kasomalang Kulon Kabupaten Subang", terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Sparta, SE.,Ak., ME. CA. Pada Kelompok "Optimalisasi Nilai Tambah Melalui Pengemasan (Packaging) Dan Media Sosial Untuk Memperluas Pemasaran" terdiri dari Dr. Edi Komara, SE., M.Si. Pada "Strategi Anti Gagal Bisnis Keripik: Peningkatan Daya Saing UMKM Keripik Singkong melalui Inovasi Packaging dan Perhitungan Harga Pokok Produksi di Desa Kasomalang Subang" terdiri dari Meta Andriani, SE., MM., Dr Enny Haryanti, SE., MM. dan Assoc Prof. Dr. Paulina, SE., M.Si. Selama dua hari, desa ini berubah menjadi pusat aktivitas pemberdayaan yang dinamis. Ratusan akademisi tidak hanya hadir sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mencari solusi dan mengembangkan potensi ...
Forum Internasional Investasi Berbasis Agama
Paris, 17 April 2026 – Forum internasional bertajuk Faith in the Common Good: The International Faith-Consistent Investing Forum resmi digelar pada 16-17 April 2026 di Collège des Bernardins, Paris. Forum bersejarah ini mempertemukan lebih dari 60 peserta para pemimpin agama dan profesional investasi dari berbagai agama dan manajer keuangan dari berbagai negara —dengan tujuan tunggal: membangun kerangka aksi kolektif untuk investasi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan demi kebaikan bersama. Di saat dunia dihadapkan pada krisis iklim, ketimpangan sosial, serta lemahnya tata kelola ekonomi, para pembicara sependapat bahwa keuangan yang berlandaskan moral dan etika bukan lagi sekadar opsi, melainkan suatu keharusan. Akar dari berbagai krisis global justru terletak pada minimnya kesadaran moral dalam menggerakkan arus keuangan. Investasi berbasis agama hadir sebagai jalan keluar—bukan hanya untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk mewujudkan keselamatan bersama umat manusia dan bumi. Dalam forum tersebut, Hayu Prabowo, menyampaikan artikel berjudul "Harnessing Islamic Finance for Climate Action: from Principles to a Global Coalition from the Indonesian Perspective". Makalah ini menjadi salah satu pilar diskusi mengenai keuangan syariah baik komersial dan sosial —dengan instrumen seperti perbankan, pasar modal, sukuk, zakat, dan wakaf—dapat ...
Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Humas Perguruan Tinggi di Era Digital
Jakarta, 9 April 2026 – Peran humas di perguruan tinggi saat ini mengalami transformasi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya humas lebih dikenal sebagai fungsi pendukung yang berfokus pada publikasi dan penyebaran informasi, kini perannya berkembang menjadi elemen strategis dalam membangun kepercayaan publik, menjaga reputasi institusi, serta menjembatani komunikasi antara kampus dengan berbagai stakeholder di era digital yang semakin dinamis. Perubahan ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, transformasi ruang publik digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas institusi pendidikan tinggi. Humas dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan, tetapi juga memahami dinamika opini publik, mengelola isu secara tepat, serta menghadirkan komunikasi yang relevan dan berdampak. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan BINUS University menyelenggarakan Program Tendik Berdampak – Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme 2026 bidang Pranata Humas. Program ini dilaksanakan pada 7–9 April 2026 di Jakarta, dengan melibatkan 51 tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah melalui proses seleksi. Program Tendik Berdampak merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan jumlah tenaga kependidikan di ...
CBDC Bukan Jawaban jika Rupiah belum Ditata
Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Pergerakan rupiah dan yield Surat Berharga Negara (SBN) menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya nyaman. Yield SBN tenor 10 tahun masih bertahan di kisaran 6,3%-6,4%, level yang menunjukkan investor tetap menuntut premi risiko di tengah ketidakpastian global dan persepsi terhadap arah fiskal domestik. Artinya, biaya dana pemerintah belum sepenuhnya turun ke zona yang benar-benar "longgar". Di sisi lain, rupiah memang sempat dibuka menguat 0,09% ke Rp16.825 per dolar AS pada 13 Februari 2026 (cnbcindonesia.com). Namun penguatan tersebut lebih mencerminkan sentimen jangka pendek ketimbang perubahan fundamental struktural. Tekanan eksternal-terutama penguatan dolar AS dalam pola Dollar Smile, masih menjadi faktor dominan yang membayangi stabilitas nilai tukar. Padahal dari sisi fundamental domestik, kinerja ekonomi tidak buruk. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,11%, menunjukkan daya tahan konsumsi dan investasi yang relatif solid di tengah tekanan global. Kombinasi pertumbuhan yang terjaga dan inflasi yang terkendali seharusnya menjadi bantalan stabilitas. Namun pasar keuangan tidak hanya membaca angka pertumbuhan, pasar membaca konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, dan kredibilitas moneter. Di sinilah setiap ...
Negara Orkestrator demi Pertumbuhan 8%
Oleh: Assoc. Prof. Dr. Ir. Batara Maju Simatupang, MT., MPhil., CIMBA., CAPF Direktur Program Magister Manajemen Indonesia Banking School Di tengah perdebatan soal tata kelola negara, transparansi kebijakan, dan arah pembangunan, muncul satu pertanyaan penting: apakah negara masih sekadar menjadi pembelanja anggaran atau sudah mampu menjadi pengarah masa depan ekonomi? Berbagai isu yang mengisi ruang publik, mulai dari beban fiskal, proyek besar yang dipertanyakan manfaatnya, hingga tuntutan kebijakan yang lebih efektif, menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi cukup hanya mengandalkan stabilitas. Kita membutuhkan lompatan strategis. Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 5% per tahun. Stabilitas ini layak diapresiasi karena menjaga ketertiban sosial dan kesehatan fiskal. Namun, stabil bukan berarti cukup. Pertumbuhan 5% hanya membuat kita bertahan, bukan meloncat. Jika pola ini terus berlanjut, visi Indonesia Emas 2045 berisiko tinggal menjadi slogan. Di sinilah perubahan paradigma menjadi mendesak. Negara tidak bisa lagi hanya menjadi mesin belanja dan pelaksana proyek. Negara harus bertransformasi menjadi orkestrator pertumbuhan. Artinya, negara mengatur arah, menyatukan kepentingan, dan menggerakkan seluruh kekuatan ekonomi nasional menuju tujuan yang sama, yaitu industrialisasi produktif dan pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan. Tanpa orkestrasi, ...
QUALITY GUARANTEE
Sed venenatis urna sit amet vulputate lobortis. Nullam dolor sem, varius eu luctus vitae, mattis id dolor. Proin ultricies feugiat ipsum. Quisque lobortis risus sapien, quis pulvinar turpis placerat ut. Vivamus eu egestas est, commodo ultricies turpis. Donec a consequat nisi, non pellentesque risus. Fusce lacinia sem a mollis tempus. Etiam in sapien non odio ornare iaculis vel vel enim. Sed velit urna, pharetra non quam nec, consequat hendrerit ex. Phasellus ac rutrum diam.
OFFICE LINE
1.800.555.6789
EMERGENCY
1.800.555.0000
WORKING HOURS
9:00am – 6:00pm
OFFICE LINE
1.800.555.6789
EMERGENCY
1.800.555.0000
WORKING HOURS

